Thursday, April 4, 2013

VERIFIKASI DANA SOSIAL DI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG Ditulis oleh Drs. Wiyono ( Fasilitator Kecamatan )


Membaca tulisan Verifikasi Dana Sosial mungkin agak nyleneh, apaan tuch? Tapi bagi pelaku-pelaku PNPM Mandiri Perdesaan pasti segera berasosiasi bahwa dana social adalah alokasi hasil pembagian suplus atau laba tahunan Unit pengelola Kegiatan (UPK). Di dalam Petunjuk Teknis Operasional (PTO) UPK yang memiliki surplus, wajib mengalokasikan dana untuk rumah tangga miskin minimal sebesar 15% dari surplus bersih.
Surplus bersih UPK tahun 2012 adalah sebesar Rp. 151,666,395., dari surplus bersih tersebut dialokasikan untuk Dana Sosial sebesar Rp. 42,488,000, atau sebesar 28,02%, dengan demikian alokasi Dana Sosial melebihi dari ketentuan PTO, pada saat MAD pertanggungjawaban kelembagaan, keputusan tersebut diambil dengan alasan pertama ketentuan PTO memperbolehkan ( minimal 15%), kedua untuk memberikan bantuan kepada orang miskin semaksimal mungkin dan yang ketiga agar perjalanan PNPM Mandiri Perdesaan, khususnya di Kecamatan Bergas dapat berkah, lancer dan semakin berkembang. Pembagian Dana Sosial sebesar tersebut diatas tidak di rata-rata sama masing-masing desa. Dasar pembagiannya adalah prosentase total jumlah pinjaman dari suatu desa dikurangi dengan prosentase tunggakan dari desa tersebut. Sehingga apabila suatu desa memiliki jumlah pinjaman yang besar dan prosentase tunggakan kecil maka desa tersebut akan mendapatkan prosentase Dana Sosial social yang besar. Desa yang paling besar mendapatkan alokasi Dana Sosial adalah Desa Gondoriyo dengan nominal sebesar Rp. 9,825,000 dan yang terkecil adalah Desa Diwak dengan nominal sebesar Rp. 395,000.
Dengan demikian perihal Dana Sosial pastinya sudah hal yang biasa, lalu yang berbeda atau nyleneh apanya? Yang berbeda adalah bahwa dana social tidak diberikan begitu saja, tetapi  harus ada proses verifikasi terlebih dahulu.
Sebelum proses verifikasi dilaksanakan desa melalui TPK mengajukan proposal yang ditujukan kepada Ketua BKAD Kecamatan Bergas. Di dalam proposal tercantum nama-nama calon penerima Dana Sosial beserta profil singkatnya dilampiri fotokopi KTP dan foto kondisi rumahnya dan bentuk Dana Sosial yang akan diterima. Verifikasi dilaksanakan tidak menunggu seluruh proposal dari desa terkumpul, apabila sudah masuk, verifikasi langsung dilakukan. Pada bulan Maret 2013 ada 7 proposal Dana Sosial yang sudah masuk ke UPK dan semuanya sudah dilakukan verifikasi. Tujuan dari verifikasi Dana Sosial adalah memastikan bahwa penerima dana social benar-benar tepat sasaran dan tepat manfaat sehingga layak menerima Dana Sosial. Sehingga Tim Verifikasi Dana Sosial harus hadir dan menemui calon pemanfaat Dana Sosial langsung. Tim akan menanyakan seputar kondisi ekonominya, kemudian kesanggupannya menerima dan mengelolanya, misalnya usulan pemberian Dana Sosial berupa kambing, apakah kira-kira calon penerima bisa mencarikan rumput? Bila tidak bisa, ditanyakan minta bantuan dalam bentuk apa? Untuk diketahui bahwa Dana Sosial di Kecamatan Bergas diberikan kepada pemanfaat tidak dalam bentuk uang, tetapi berupa peralatan usaha atau pugar rumah, atau ternak. Setelah data-data dirasa cukup maka pada hari berikutnya Tim Verifikasi Dana Sosial mengadakan pembahasan  tentang kelayakan dari calon penerima Dana Sosial. Ternyata hasil verifikasi Dana Sosial pada bulan Maret 2013, ada yang tidak layak lho! Yang tidak layak disebabkan karena calon penerima manfaat kondisinya cukup mampu, rumah sudah permanen, lantai keramik, suami bekerja serabutan, istri kerja di pabrik dan kebetulan masih family dari Pak Kepala dusun atau tepatnya anaknya Pak Kepala dusun yang notabene dia sendiri yang memilih dan mengusulkan calon penerima Dana Sosial. Setelah direkomendasi kelayakannya maka dikirimkan surat ke desa dengan maksud agar Kepala Desa memerintahkan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) untuk segera mencairkan Dana Sosial. Kemudian TPK membelanjakan sesuai dengan yang tersebut dalam proposal, dan pada saat penyerahan Dana Sosial disaksikan oleh Tim Verifikasi didampingi UPK/Fasilitator Kecamatan/Pendamping Lokal.
Tim Verifikasi Dana Sosial terdiri dari seluruh Pengurus BKAD (3 orang) di damping oleh UPK/Fasilitator Kecamatan/Pendamping Lokal. Biaya untuk verifikasi Dana Sosial diambilkan dari alokasi dana kelembagaan untuk transport pengurus BKAD baik saat verifikasi maupun saat menyaksikan penyerahan kepada penerima Dana Sosial.
Demikian kenylenehan tapi positif tentang verifikasi Dana Sosial di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, merupakan sebuah inovasi penerapan prosedur pencairan Dana Sosial, meskipun tidak ada aturannya di dalam PTO. Dan prosedur tersebut telah dituangkan dalam Standart Operasional Prosedur Pencairan Dana Sosial di Kecamatan Bergas. Semoga tulisan ini bermanfaat dan membuka pemikiran kita tentang banyaknya saudara kita yang masih membutuhkan perhatian dan uluran tangan kita.

Monday, April 1, 2013

Kiat Memulai Usaha


Untuk memulai suatu usaha memang tidak mudah, apalagi bagi yang belum pernah melakukannya sama sekali. Namun demikian jangan sampai takut untuk memulai suatu usaha. Karena kalau sudah ngejalani, melakukan suatu usaha itu sangat mengasyikkan. Berikut ini merupakan kiat-kiat untuk memulai suatu usaha :
  1. Ide, yaitu pemikiran terhadap usaha yang akan dilakukan. Ide ini dapat dicari dengan menggali potensi-potensi yang ada, baik dari diri sendiri, keluarga, orang lain maupun dari sumber-sumber bahan yang terdekat. Misalnya potensi dari diri sendiri :mempunyai ketrampilan menjahit membuka usaha menerima jahitan, mempunyai ketrampilan memasak membuka usaha katering atau warung makan, mempunyai ketrampilan menyulam membuka usaha membordir; Potensi dari keluarga : Keluarga ada yang sudah mempunyai usaha perajin tahu maka ikut memasarkan tahu. Keluarga ada yang menjadi pengepul cabe maka ikut setor cabe. Potensi dari sekitarnya misalnya rumahnya dekat selepan maka membuka warung jajanan, depan rumah sekolahan maka membuka warung alat tulis dan buku, sekitar rumah banyak sabut kelapa maka usaha membuat sapu dan sebagainya.
  2. Niat, yaitu suatu tekad yang bulat ingin melakukan suatu usaha. Dalam niat ini supaya dapat terwujud perlu adanya keberanian untuk melakukan usaha, tidak takut gagal tetapi tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Niat ini merupakan kelanjutan dari ide-ide.
  3. Mewujudkan usaha. Setelah ide dan niat ada maka perlu ada langkah nyata melaksanakan usaha. Mungkin usaha yang kita laksanakan memerlukan modal yang besar. Apabila kita belum cukup memiliki modal maka sementara kita cukupi dahulu alat-alatnya. Setelah alat-alat dapat terbeli kita menyiapkan bahan-bahannya, kemudian setelah semuannya memungkinkan baru kita memulai usaha.
  4. Modal, modal awal memang sangat penting. Untuk memulai usaha paling tidak separo lebih harus dari uang sendiri. Baru sisanya dari pinjaman. Bila semuannya dari pinjaman, maka akan sangat berat dalam pemutaran modalnya.
  5. Penguasaan materi, yaitu produk yang akan kita jual harus betul-betul kita kuasai, artinya kita harus mengenal betul terhadap barang yang kita jual. Penguasaan materi ini meliputi cara membuatnya, umur barang, kelemahan-kelemahan barang, keunggulan-keunggulan barang,
  6. Kualitas. Kualitas dari barang yang kita produksi dan kita jual harus standart. Jangan sampai ada pelanggan yang kecewa karena membeli barang kita. Bila pelanggan puas akan barang yang kita jual maka dia akan kembali lagi membeli dan berpromosi kepada teman-temannya secara sukarela. Terhadap kualitas ini kita juga harus jujur terhadap pelanggan apabila ada barang yang cacat, maka bila kita jual kita berikan harga di bawah harga barang yang sempurna.
  7. Pelayanan, ini adalah suatu prinsip penjualan yang penting. Ibarat pembeli adalah raja maka pelayanan kita berikan sebaik dan seistimewa mungkin kepada siapapun. Jangan membeda-bedakan.
  8. Penampilan, adalah usaha memberikan kesan terbaik terhadap barang atau dagangan yang kita jual. Penampilan bisa meliputi penataan, pengemasan, pengaturan kondisi lingkungan, pewarnaan dsb. Misalnya kita membuka warung makan, maka kita tata warung kita misalnya letak meja dan kursi, letak nasi dan lauk-pauknya, kita jaga kebersihan ruangan, bila kita mempunyai cukup uang ruangan kita tambahi tape, vcd, kipas angin, bunga-bunga  dsb, tak kalah pentingnya adalah penampilan dari bakulnya, harus bersih, rapi, luwes bila perlu wangi.
  9. Ciri Khas. Dalam istilah dagangnya disebut Brand image adalah sebuah ciri terbaik dari usaha yang kita miliki yang berbeda dari milik orang lain. Sehingga akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi konsumen atau pembeli untuk datang lagi. Ciri kas bisa karena rasanya, bentuknya, kemasanya, merknya, slogannya, penampilannya. Dll.
  10. Belajar. Selalu berusaha meningkatkan kualitas dari produk yang kita jual, selalu meningkatkan cara kita memasarkan barang, selalu berusaha menambah pasar atau pelanggan tentu saja ada cara tersendiri. Cara tersendiri tersebut dapat kita peroleh dengan belajar. Belajar kepada orang yang lebih tahu, belajar melalui media cetak, televisi dan lain-lain.

Tuesday, February 12, 2013

KADO CINTA UNTUK YANG TERCINTA


Hari ini tanggal 12 Pebruari 2013, aku teringat 16 tahun yang lalu, saat itu dua raga berikrar janji suci untuk bersama-sama merajut benang-benang kasih. My dear, mungkin tulisan ini tidak kamu ketahui betapa aku sangat bersyukur atas anugrah dan nikmat yang telah kita reguk bersama. Terbayang pertamakali kita bertemu, tepatnya aku menemuimu langsung meminta untuk menjadi belahan jiwaku, apa jawabmu? “ aku tidak bisa apa-apa, terserah kalau kamu mau,” jawaban yang simple, tapi ternyata sangat dalam dan luas, artinya aku tidak bisa lagi menuntutmu untuk meminta lebih dari yang ada pada dirimu. “iya sayang, aku gak akan menuntut lebih darimu,” walau kadang geme…ees banget kok kamu kurang ini, kurang itu. Tapi ternyata kesimpelanmulah yang membuatku selalu ingin cepat pulang, selalu pengin call u bila sedang jauh. Mungkin kamu juga sering kesal padaku, tapi dari sorot matamu kutahu pasti, ada bergulung-gulung cinta bergemuruh disetiap denyut nadimu, tentu saja untuk q. ah…mungkin aku ge..er kali ya? Ingatkah kamu ketika kita baru beberapa bulan bersama?” aku masih menganggur, dan kamu gak nuntut apa2, kamu hanya pengin selalu didekatku, wow….benar-benar bulan penuh madu. Ketika aku sedang menimba kamu berdiri menungguiku sambil berkata,” mas kalau kamu sudah kerja, aku akan memasak masakan yang ena….aak banget!” aku hanya senyum dikulum saja sambil membayangkan makanan yang ue..na..ak banget itu seperti apa? Dan apa mungkin bisa terlaksana. Tapi ternyata ucapanmu diridhoi oleh Allah ta’ala. Hamper tiap hari aku merasa makan enak, rizki datang melebihi apa yang kita mohon, puji syukur kita panjatkan kepada Yang Maha Pemurah, hampir semua permohonan kita dikabulkanNya. Tak terasa 16 tahun suka dan duka telah kita rasakan bersama. Hari ini sedari pagi telah kita rangkai dengan keindahan, senyummu yang jarang telah kamu ukir, tak lupa kubisikkan selamat ulang tahun janji kita, teriring doa semoga kita selalu dilimpahi berkah untuk menghantarkan buah cinta kita menjadi taruna-taruna yang berjuang untuk bangsa dan Negara serta agama. Makan malam tadi begitu indah, walau hujan mengguyur deras, namun keteduhanmu menghangatkan rasa jiwaku, dan seterusnya kado terindahpun kita  buka bersama dengan mengulang malam pertama kita. Wu…ah sedap! Yang lain boleh ngikut….

Monday, January 21, 2013

KERANGKA ACUAN PELATIHAN KPMD


TERM OF REFERENCE
PELATIHAN KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
PNPM MANDIRI PERDESAAN KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG

Gedung Nayaka Kecamatan Bergas hari Rabu s/d Kamis, Tanggal 22 s/d 23 Pebruari 2012 dan 07 s/d 08 Maret 2012


Latar Belakang

Kader merupakan orang yang mau merelakan waktu, tenaga dan pikirannya kepada orang lain untuk mencapai tujuan yang telah diyakini kebenarannya. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah orang yang mempunyai jiwa peduli dan mampu mengajak masyarakat untuk untuk perpikir dan bertindak positip serta berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembangunan. Sehingga Kader pemberdayaan Masyarakat menempati peran yang strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat yang tidak berdaya atau pasrah akan keadaan menjadi masyarakat yang terbuka, kreatif, dan mau menerima masukan-masukan ke arah yang lebih baik serta mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dengan menggunakan potensi-potensi yang dimilikinya. Permasalahan-permasalahan yang umum dihadapi masyarakat adalah permasalahan yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari seperti; Kesehatan, pendidikan, prasarana sarana dasar masyarakat, dan perekonomian. Selama ini Kader sudah sering dilakukan pelatihan-pelatihan terkait dengan bidang masing-masing, misalnya Kader SKD banyak menerima pelatihan tentang Keluarga berencana dan Keposyanduan, Kader pembangunan Desa  banyak mendapat pelatihan tentang bidang pengelolaan bidang sarana prasarana. Namun pelatihan secara terpadu sebagai bekal untuk mendampingi masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehari-hari belum pernah diterima. Di samping hal tersebut masih banyak kader yang ragu-ragu dan kurang motivasi dalam memfasilitasi kegiatan. Dengan demikian diharapkan setelah menjalani pelatihan peningkatan kapasitas Kader Pemberdayaan Masyarakat kali ini ada perubahan pola pikir, pengetahuan dan pencerahan jiwa dari para Kader untuk memberdayakan dirinya dan dapat mewarnai perubahan perilaku masyarakat dilingkungannya menjadi lebih berdaya untuk meningkatkan kesejahteraan.  

Tujuan Umum
Secara Umum tujuan dari pelatihan peningkatan kapasitas Kader pemberdayaan masyarakat adalah memberi bekal pengetahuan, sikap dan ketrampilan tentang berbagai hal yang dapat menambah kualitas untuk memfasilitasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.


Tujuan Khusus
  1. Kader Pemberdayaan masyarakat (KPM) dapat memahami kebijakan pokok PNPM Mandiri Perdesaan.
  2. KPM dapat memahami kiat-kiat mengembangkan jiwa wira usaha dan memanfaatkan potensi lokal.
  3. KPM dapat memahami interasi PNPM Mandiri dengan perencanaan pembangunan reguler.
  4. KPM mendapat motivasi dan pencerahan dalam mengajak masyarakat berpartisipasi di berbagai bidang pembangunan.
  5. KPMD Trampil dalam memfasilitasi dalam berbagai tahapan PNPM Mandiri Perdesaan
  6. KPMD dapat memahami cara pengadministrasian pembukuan TPK
  7. KPMD dapat melihat langsung dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.
Out Put
  • KPM termotivasi  untuk menjalankan tugasnya.
  • KPM memiliki kepekaan memanfaatkan potensi danjiwa kewirausahaan
  • KPMD memiliki ketrampilan dalam memfasilitasi pengadministrasian TPK, menjaga kualitas dan mengevaluasi kegiatan dan Pemeliharaan hasil kegiatan.
Materi
  • Pengelolaan Kelas
  • Kebijakan pokok PNPM Mandiri Perdesaan
  • Mengembangkan jiwa wira usaha
  • Integrasi PNPM Mandiri perdesaan dengan perencanaan pembangunan reguler
  • Peningkatan motivasi dalam partisipasi pembangunan
  • Teknik fasilitasi administrasi TPK
  • Studi lapangan pelaksanaan Kegiatan
  • Teknik Fasilitasi Dalam Bergagai kegiatan

Anggaran

  • Sumber pendanaan pelatihan berasal dari dana Operasional (DOK) Pelatihan masyarakat PNPM Mandiri perdesaan tahun 2011 sebesar Rp. 12.912.450


Tempat dan Waktu

Tempat                : Gedung Nayaka aula Kecamatan Bergas
Waktu Pelatihan berlangsung selama 4 hari yaitu mulai tanggal 22 s/d 23 Pebruari 2012 dan 07 s/d 08 Maret 2012 dengan penjelasan :      
  • Untuk KPM dan KPMD PNPM Mandiri Perdesaan mulai tanggal 22 s/d 23 Pebruari 2012
  • Untuk KPMD PNPM Mandiri Perdesaan mulai tanggal 07 s/d 08 Maret 2012

Peserta
Sebanyak 65 orang terdiri dari 5 orang masing-masing desa ( 2 orang KPMD, 1 karang Taruna, 1 SKD dan 1 Kader Teknik) X 13 desa

Fasilitator/Pelatih
  1. Drs. Umar Sujadi                              Jabatan Ketua BKAD Kecamatan Bergas
  2. Drs H Husein, MM                           Jabatan Kepala bagian PDE Kabupaten Semarang
  3. Ibu Rohpriyati                                    Jabatan praktisi usaha/Anggota DPRD kabupaten Semarang
  4. Ir. Bambang Irianto                         Jabatan Fasilitator Teknik PNPM-MP Kabupaten Semarang
  5. Eka Yulianta, ST                                 Jabatan Fasilitator Teknik kecamatan Tuntang
  6. Drs. Wiyono                                       jabatan Fasilitator kecamatan kecamatan Tuntang

Organisasi Komite
  1. Suwardi                                               Jabatan Ketua
  2. Sugiyem                                               Jabatan Sekretaris
  3. Ambarwati                                           Jabatan Bendahara
  4. Santoso                                               Jabatan Seksi Umum
  5. Purwanto                                             Jabatan Seksi Konsumsi

Metode

  1. Ceramah/Diskusi
  2. Diskusi Kelompok
  3. Studi lapangan
  4. Praktek


Media dan Alat

  1. Media :  LCD, Kertas Plano, metaplan.
  2. Alat : Spidol besar/sedang/kecil, lakban, penggaris

Alur : Terlampir


Jadwal : Terlampir