Minggu, 20 Januari 2013

MODUL PEGANGAN BAGI PELATIH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


      MODUL  PEGANGAN BAGI PELATIH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
        OLEH : Drs. Wiyono
        Fasilitator Kecamatan PNPM Mandiri Perdesaan

KATA PENGANTAR

Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah proses transfer mengajak dan mempengaruhi masyarakat agar dapat mengetahui potensi-potensi yang dimiliki dan masalah-masalah yang dihadapi serta mengenal akses-akses yang dapat digunakan untuk mengolah potensi yang dimiliki untuk mengatasi masalah yang dihadapinya sehingga kesejahteraan dapat tercapai.
Dengan demikian agar pemberdayaan masyarakat dapat tercapai secara efektif maka dibutuhkan banyak pelaku masyarakat dapat mempengauhi pola pikir atau perubahan perilaku masyarakat.
Kebutuhan terhadap pelaku pemberdayaan tersebut tidak dapat ditemukan secara instan. Tetapi perlu dibentuk dengan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat yang bertujuan untuk memberi bekal pelaku pemberdayaan dalam melaksanakan tugasnya.
Selama ini PNPM Mandiri Perdesaan banyak sekali melakukan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat seperti : Pelatihan Kepala Desa, BPD dan LKMD, pelatihan bagi pengurus BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa), TPK (Tim Pengelola Kegiatan), UPK (unit Pengelola Kegiatan), PL ( Pendamping Lokal), TPU ( Tim Penulis usulan),Tim Verifikasi, Tim Monitoring, dan Tim Pemelihara. Sedemikian banyaknya kegiatan pelatihan dalam PNPM Mandiri Perdesaan, sehingga tidak cukup apabila hanya mengandalkan kepada Fasilitator Kecamatan dan Kabupaten. Untuk itu dibutuhkan tenaga-tenaga pelatih bagi masyarakat setempat untuk ikut melatih.
Buku ini bertujuan untuk memberi pedoman bagi pelatih untuk melatih  seseorang menjadi pelatih. Di dalam buku ini memberi pedoman dalam menyampaikan materi Teknik Komunikasi, Teknik menyiapkan pelatihan, Teknik menyusun modul, Teknik mengenal metode pelatihan, teknik mengawali pelatihan, Teknik melakukan evaluasi, Teori kepribadian dan Praktek melatih.

Cara menggunakan Buku ini
Siapa yang menggunakan buku ini
Buku ini dapat digunakan oleh pelatih baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, yang memiliki tugas memfasilitasi pelaku-pelaku di kabupaten maupun kecamatan. Jadi buku ini dapat digunakan leh tenaga pelatih masyarakat atau fasilitator.
Siapa sasaran dari modul pelatihan ini?
Modul ini didesain untuk pedoman bagi pelatih masyarakat untuk melatih kepada masyarakat lainnya, sehingga diharapkan setelah modul ini digunakan akan dapat menciptakan pelatih-pelatih baru dimasyarakat. Oleh karenanya kelompok yang ingin disasar oleh modul ini adalah :
-          Fasilitator Kabupaten
-          Fasilitator Kecamatan
-          Pelaku-pelaku PNPM Mandiri perdesaan di tingkat desa
Bagaimanan cara menggunakan modul ini?
Modul ini dirancang sebagai pedoman bagi pelatih untuk melatih masyarakat agar dapat menjalankan tugas sebagai pelatih masyarakat lainnya. Pokok bahasan yang disusun penyajiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tidak harus urut tetapi merupakan satu kesatuan untuk mencapai tujuan yaitu mencetak seseorang untuk menjadi pelatih.
Modul yang disediakan dalam buku ini meliputi :
Modul 1: Kontrak Belajar
Modul 2: Teknik Komunikasi
Modul 3: Teknik Menyiapkan pelatihan
Modul 4: Mengenal Metode Pembelajaran
Modul 5: Teknik Menyusun modul
Modul 6: Kepribadian Pelatih/Pengajar
Modul 7: Teknik Evaluasi
Modul 8: Praktek Melatih/Mengajar
Modul 1: kontrak Belajar:
Materi pengantar memuat pokok bahasan tentang mengawali sebuah pelatihan agar peserta pelatihan memperoleh gambaran tujuan dari pelatihan yang akan dilakukan, serta menanamkan kegairahan kepada peserta pelatihan akan pentingnya manfaat dari materi-materi yang akan diberikan berkaitan dengan ketrampilan pokok bagi seorang pelatih;
Modul 2 : Teknik Komunikasi
Materi pengantar memuat pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diharapkan mampu memberikan bekal peserta dalam berkomunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan sehingga tujuan pelatihan dapat tercapai.
Modul 3:  Teknik Menyiapkan pelatihan
Materi pengantar memuat  pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang memberi bekal kepada peserta untuk mengetahui hal-hal yang perlu disiapkan sebelum melaksanakan pelatihan.  Juga berisi teknik merancang  kebutuhan pelatihan, kurikulum dan membuat kerangka acuan pelatihan.
Modul 4:  mengenal Metode pelatihan
Materi pengantar memuat pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diharapkan peserta pelatihan mengenal berbagai jenis metode pelatihan, kelebihan dan kekurangannya serta dapat menggunakan metode pembelajaran secara tepat dalam menyajikan materi pelajaran.
Modul 5 : Teknik Menyusun Modul
Materi pengantar memuat pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diharapkan dapat  memberi pemahaman dan ketrampilan kepada peserta pelatihan tentang bagaimana cara menyusun modul pembelajaran.
Modul 6 : Kepribadian pengajar/pelatih
Materi pengantar memuat pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diharapkan dapat memberi pemahaman kepada peserta pelatihan tentang bagaimana seharusnya kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang pengajar atau pelatih. Juga peserta mendapat pemahaman tentang arti profesionalisme bagi seorang pengajar atau pelatih dan dapat memahami tentang pentingnya kerjasama kepada semua pihak untuk mencapai tujuan.
Modul 7 : Teknik Evaluasi
Materi pengantar memuat pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diharapkan dapat memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada peserta pelatihan tentang bagaimana  cara merumuskan evaluasi yang tepat untuk mengukur kemampuan peserta latih, sehingga dapat diketahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah dapat tercapai.
Modul 8 : Praktek Melatih 
Materi pengantar memuat pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diharapkan dapat memberikan ketrampilan kepada peserta pelatihan dalam mengawali pelatihan, menyampaikan materi pelatihan dan menyampaikan evaluasi pelatihan.



Modul 4 :  Mengenal Metode Pembelajaran

Pokok Bahasan                 : Mengenal Metode Pembelajaran
Sub Pokok Bahasan         :
       Ø  Jenis-jenis Metode Pembelajaran
       Ø  Penerapan Metode Pembelajaran
Tujuan Instruksional umum         : Peserta pelatihan dapat mengenal berbagai jenis Metode Pembelajaran dan dapat menggunakannya secara tepat.
Tujuan Instruksional Khusus :
      Ø  Peserta pelatihan memahami arti metode pembelajaran
      Ø  Peserta pelatihan dapat mengenal berbagai jenis metode pembelajaran
      Ø  Peserta pelatihan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan berbagai jenis metode pembelajaran
      Ø  Peserta trampil menggunakan metode pembelajaran secara tepat
Durasi                                   : 60 Menit
Alat/ Media                        : Lcd, Spidol, plano
Metode Pembelajaran  : Ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, diskusi pleno

Pengantar
Metode pembelajaran banyak diartikan dengan cara mengajar, metode pembelajaran ini dari waktu ke waktu semakin berkembang dan bervariasi, apalagi arah pembelajaran saat ini yang menuntut suatu kompetensi tertentu setelah seseorang mengikuti suatu pengajaran atau pelatihan. Sehingga sebuah proses pembelajaran membutuhkan berbagai macam metode pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. Dalam penggunaan metode pembelajaran perlu memperhatikan berbagai hal dan ketrampilan dari tutor atau pelatih. Penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat akan kontra produktif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Proses Pembelajaran
No
Kegiatan
Waktu
1
Ucapkan salam pembuka dengan penuh semangat, tanyakan kepada peserta pelatihan tentang keadaannya sampai dengan saat ini dengan pertanyaan yang ringan misalnya apakah teman-teman merasa kepanasan/kedinginan (tergantung cuaca) atau merasa pegal duduknya? Kalau jawabannya kepanasan maka bisa minta panitia untuk menyalakan AC/kipas angin atau membuka lagi jendela yang tertutup, bila jabannya pegal duduk terlalu lama maka peserta bisa diajak berdiri sebentar untuk menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Setelah jeda sejenak maka peserta dipersilakan duduk kembali dan tanyakan apakah sesion ini bisa dimulai?
15 menit
2
Kemudian jelaskan tujuan pelatihan  dari pokok bahasan yang akan dilaksanakan dengan menayangkan power point, dan tekankan bahwa materi ini amat penting bagi peserta untuk dapat memahaminya
10 Menit
3
Tanyakan secara curah pendapat kepada peserta tentang arti dari metode pembelajaran, tulis jawaban dengan spidol di whiteboard atau kertas plano. Setelah jawaban peserta terkumpul (+ 6 jawaban) ajak peserta untuk menarik kesimpulan dengan mengarah kepada penegasan jawaban yang telah dipersiapkan
15 Menit
4
Kemudian tanyakan lagi kepada peserta pelatihan untuk menyebutkan berbagai macam metode pembelajaran, tulis jawaban peserta di kertas plano, usahakan yang menjawab bisa merata mewakili tempat duduk (depan , belakang , kiri, kanan, laki-laki, perempuan), setelah jawaban terkumpul kurang lebih sepuluh jawaban, maka koreksi dan tambahkan beberapa metode pembelajaran yang belum disebut. Kemudian bagilah peserta menjadi 8 kelompok  dengan cara menghitung 1 – 8 seterusnya diulangi lagi sampai jumlah peserta habis. kemudianberilah tugas mendiskusikan kelebihan dan kekurangan setiap metode pembelajaran  serta ketepatan metode tersebut digunakan berkaitan denganpencapaian tujuan pembelajaran dengan membagi 4 dari metode pembelajaran yang telah ditulis di kertas plano/whiteboard, kemudian berilah tugas kelompok 1 dan 2 membahas metode pembelajaran grup A, kelompok 3 dan 4 membahas metode pembelajaran grup B, kelompok 5 dan 6 membahas metode pembelajaran grup C dan kelompok D membahas metode pembelajaran grup D, mintalah peserta untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami berkaitan dengan tugas. Berilah waktu +  15 menit  setiap kelompok untuk menyelesaikan tugas
20 Menit
5
Buatlah undian yang isinya presentasi atau menanggapi kepada  kelompok yang mendapat tugas yang sama, kemudian suruh kelompok presentai untuk memaparkan hasil tugasnya dan setelah selesai beri kesempatan kelompok yang menanggapi untuk menyampaikan tanggapannya serta kelompok lain yang ingin menambahi, demikian  seterusnya sampai  semua tugas dipresentasikan sambil diberi penegasan-penegasan tentang materi
30 Menit
6
Selanjutnya ajak peserta pelatihan untuk menyimpulkan hasil diskusi dengan menampilkan di layar lcd berbagai jenis metode pembelajaran dan ketepatan penggunaannya
20 Menit
7
Akhiri pertemuan dengan memberikan evaluasi verbal beberapa pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari bersama (pengertian metode, jenis-jenis metode dan kelebihan dan kekurangan dari metode pembelajaran) secara sampel kepada beberapa peserta, suruh peserta yang lain untuk melengkapi jawaban
10 Menit

Referensi materi :
Jenis-jenis metode pembelajaran
MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR
1.       Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.
Kelebihan metode kerja kelompok
·         Para peserta pelatihan lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka
·         Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para peserta pelatihan
·         Dapat memberikan kesempatan pada para peserta pelatihan untuk lebih menggunakan ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah
·         Mengembangkan bakat kepemimpinan para peserta pelatihan serta mengerjakan ketrampilan berdiskusi
Kelemahan metode kerja kelompok
·         Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para peserta pelatihan yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang
·         Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan peserta pelatihan memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri-sendiri
·         Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya guna mengajar yang berbeda pula
( Drs. Roestiyah NK. 1991.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta )
1.       Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak peserta pelatihan kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar peserta pelatihan dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat.
Kelebihan metode kerja lapangan
·         Peserta pelatihan mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja
·         Peserta pelatihan menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya
Kelemahaan metode kerja lapangan
·         Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
·         Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
·         Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta )
1.       Metode Sumbang Saran
Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian peserta pelatihan memjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar seshingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.
Kelebihan metode sumbang saran
·         Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh
·         Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya
·         Melatih peserta pelatihan untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis
·         Merangsang peserta pelatihan untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru
·         Terjadi persaingan yang sehat
·         Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran
·         Peserta pelatihan yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru
Kelemahan metode sumbang saran
·         Guru kurang memberi waktu kepada peserta pelatihan untuk berfikir yang baik
·         Anak yang kurang selalu ketinggalan
·         Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai
·         Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta )
1.       Metode Unit Teaching
Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada peserta pelatihan secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit.
Kelebihan metode unit teaching
·         Peserta pelatihan dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
·         Peserta pelatihan dapat belajar keseluruhan sesuai bakat
·         Suasana kelas lebih demokratis
Kelemahan metode unit teaching
·         Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan
·         Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja peserta pelatihan
·         Perencanaan unit yang tidak mudah
·         Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang belum tentu dapat dijadikan unit
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta )
1.       Metode Penemuan (Discovery)
Metode penemuan merukan proses mental dimana peserta pelatihan mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund)
Kelebihan metode penemuan
·         Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri peserta pelatihan
·         Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada peserta pelatihan untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing
·         Teknik ini mampu membantu peserta pelatihan mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan peserta pelatihan
·         Peserta pelatihan memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa peserta pelatihan tersebut
Kelemahan metode penemuan
·         Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
·         Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif
·         Para peserta pelatihan harus ada kesiapan dan kematangan mental
·         Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
·         Bagi guru dan peserta pelatihan yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta)
( Martinis Yamin. 2003. Metode pembelajaran Yang Berhasil. Jakarta : Sasama Mitra Sukses)
1.       Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang peserta pelatihan diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.
Kelebihan metode eksperimen
§   Peserta pelatihan terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah
§   Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori
§   Peserta pelatihan dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan
Kelemahan metode eksperimen
·         Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage peserta pelatihannya
·         Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Sosiodrama dan Bermain Peran
Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar dimana peserta pelatihan dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia
Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran
·         Peserta pelatihan lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran
·         Karena mereka bermain peran sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial tersebut
·         Bagi peserta pelatihan dengan bermain peran sebagai orang lain, maka ia dapat menempatkan diri seperti watak orang lain itu
·         Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling perhatian
Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peran
·         Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran, maka sosiodrama tidak akan berhasil
·         Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial, adat istiadar, kebiasaan, dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang
·         Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini, maka akan mangacaukan berlangsungnya sosiodrama
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Kasus
Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar.
Kelebihan metode kasus
§   Peserta pelatihan dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya
§   Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar itu
§   Peserta pelatihan mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut
§   Membantu peserta pelatihan dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan
Kelemahan metode kasus
·         Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan peserta pelatihan
·         Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi
·         Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak
( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses.
Kelebihan metode demonstrasi
·         Perhatian peserta pelatihan lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan
·         Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit
·         Memberi motivasi yang kuat untuk peserta pelatihan agar lebih giat belajar
·         Peserta pelatihan dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung
Kelemahan metode demonstrasi
·         Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh peserta pelatihan
·         Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Inquiry
Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir.
Kelebihan metode inquiry
·         Mendorong peserta pelatihan untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka
·         Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
·         Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri peserta pelatihan
·         Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
·         Mendorong peserta pelatihan untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
Kelemahan metode inquiry
·         Peserta pelatihan perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Microteaching
Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok peserta pelatihan dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.
Kelebihan metode microteaching
·         Microteaching merupakan pengalaman laboratoris
·         Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan
·         Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas
·         Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti, dan obyektif
·         Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara mendalam
·         Diharapkan mahapeserta pelatihan mempunyai bekal yang lebih kuat, luas, dan mendalam
Kelemahan metode microteaching
·         Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh
·         Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar saja, bukan guru dalam arti luas
·         Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak, peralatan mahal, dan tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya
·         Menuntut perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat, mendetail, logis, dan sistematis
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strtegi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain peserta pelatihan memegang peranaan sebagai orang lain.
Kelebihan metode simulasi
·         Dapat menyenangkan peserta pelatihan
·         Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas peserta pelatihan
·         Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
·         Mengurangi hal-hal yang verbalistik
·         Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
Kelemahan metode simulasi
·         Efektifitas dalam memajukan belajar peserta pelatihan belum dapat dilaporkan oleh riset
·         Terlalu mahal biayanya
·         Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
·         Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
·         Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan peserta pelatihan
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Problem Solving
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh peserta pelatihan. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang peserta pelatihannya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
Kelebihan metode problem solving
·         Masing-masing peserta pelatihan diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para peserta pelatihan merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri
·         Para peserta pelatihan akan diajak untuk lebih menghargai orang lain
·         Untuk membantu peserta pelatihan dalam mengembangkan kemampuan lisannya
Kelemahan metode problem solving
·         Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering diabaikan
·         Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara lisan
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Karya Wisata
Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak peserta pelatihan kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.
Kelebihan metode karya wisata
·         Peserta pelatihan dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
·         Peserta pelatihan dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung
·         Peserta pelatihan dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
·         Peserta pelatihan memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi
Kelemahan metode karya wisata
·         Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal
·         Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
·         Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh peserta pelatihan maka perlu bantuan dari sekolah
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta ; Rineka Cipta)
1.       Metode Latihan /Drill
Metode latihan merupakan metode mengajar dimana peserta pelatihan melaksanakan kegiatan latihan agar peserta pelatihan memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Kelebihan metode pelatihan
·         Ketegasan dan ketrampilan peserta pelatihan meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari
·         Seorang peserta pelatihan benar-benar memehami apa yang disampaikan
Kelemahan metode pelatihan
·         Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif peserta pelatihan
·         Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Dialog
Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk memberi motivasi pada peserta pelatihan agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan peserta pelatihan menjawab
Kelebihan metode dialog
·         Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian peserta pelatihan pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman, sehingga pengetahuannya menjadi fungsional
·         Peserta pelatihan akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat
Kelemahan metode dialog
·         Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai menggutarakan pendapat secara lisan
·         Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan pendapat
(Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)
1.       Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran.
Kelebihan metode tanya jawab
·         Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan
·         Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar
Kelemahan metode tanya jawab
·         Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja
·         Hanya dikuasai oleh peserta pelatihan yang pandai
(Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.Saudara. Halaman 18-20)
1.       Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Tujuan metode ini adalah
1) Memotivasi atau memberi stimulasi kepada peserta pelatihan agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
2) Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama
Macam-macam diskusi yaitu
1) Diskusi informal
2) Diskusi formal
3) Diskusi panel
4) Diskusi simpusium
Kelebihan metode Diskusi
o    Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan komunikan
o    Dapat membantu peserta pelatihan untuk berfikir lebih kritis
o    Memotivasi atau memberi stimulasi kepada peserta pelatihan agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikiranny
Kekurangan metode Diskusi
·         Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu
·         Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab
1.       Metode Penugasan
Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Tugas tersebut dapat berupa
 Mempelajari bagian dari suatu teks buku·
 Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya·
 Melaksanakan eksperimen·
 Mengatasi suatu permasalahan tertentu·
 Melaksanakan suatu proyek·
Kelebihan metode penugasan
·         Melatih peserta pelatihan untuk menjadi tangungjawab
·         Melatih peserta pelatihan untuk bias belajar mandiri
Kekurangan metode penugasan
o    Kadang peserta pelatihan kurang memahami tugas yang diberikan guru
o    Membutuhkan waktu relative lama
1.       Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah peserta pelatihan yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato.
Kelebihan metode ceramah
·         Materi yang diberikan terurai dengan jelas
Kekurangan metode ceramah
·         Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.
·         Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar
Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.
1.       Metode Praktek
Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud.
Kelebihan metode Praktek
·         Peserta pelatihan lebih mudah mengerti dan memahami
·         Sisws bisa langsung mempraktekan setelah mensdapatkan teori
Kekurangan metode Praktek
·         Ketidakkesediaan alat peraga atou prasana yang mendukung
·         Biasanya membutuhkan biaya lab. Yang mahal
1.       Metode Koperatif (CL, Cooperative Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, peserta pelatihan dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, peserta pelatihan heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.
Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.
Kelebihan metode Koperatif (CL, Cooperative Learning)
·         Mendorong peserta pelatihan untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka
·         Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
·         Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri peserta pelatihan
·         Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
Kekurangan metode Koperatif (CL, Cooperative Learning)
·         Peserta pelatihan perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep
35. Metode Berbasis Masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual peserta pelatihan, untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar peserta pelatihan dapat berpikir optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri
Kelebihan metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
·         Melatih peserta pelatihan untuk berlatih menyelesaikan masalh dalam kehidupan sehari- hari
·         Merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi peserta pelatihan
·         Suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar peserta pelatihan dapat berpikir optimal
Kekurangan metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
·         Sulitnya membentuk watak peserta pelatihan dan pembiasaan tingkah laku

KESIMPULAN
Semua metode mengajar yang telah disebutkan di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Suatu metode yang cocok diterapkan dalam suatu suasana belajar- mengajar apabila metode tersebut cocok dengan suasana yang sedang berlangsung. Tidak ada metode yang paling baik yang ada hanyalah bagaimana cara seorang pendidik mampu melihat kondisi anak didiknya untuk menerapkan metode mengajar yang paling cocok untuk peserta didiknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar